Sabtu, 10 Desember 2011

Revolusi Facebook

Facebook sebagai media revolusi, tentunya jejaring sosial ciptaan Mark Zuckerberg ini tidak pernah terbayang oleh banyak orang akan dapat mengubah sesuatu hal yang sangat besar, bahkan mengubah tatanan kehidupan pada sebuah negara.


Ya, media sosial terpopuler di dunia tersebut merupakan media yang menjadi pendukung utama lahirnya revolusi di Mesir. Rezim Hosni Mubarak yang telah berkuasa di Mesir selama 30 tahun akhirnya dapat ditumbangkan oleh sebuah jejaring sosial bernama Facebook.

Pada pembahasan kali ini, kita akan melihat detik demi detik bagaimana Facebook dapat mengubah Mesir secara begitu dasyat dan bagaimana orang-orang dibalik "mesin" jejaring sosial itu menggunakan "senjata" tersebut untuk mengakhiri Rezim Hosni Mubarak dengan sangat efektif.

Pada awalnya, ada seorang pemuda Mesir yang sangat aktif menyuarakan opininya mengenai intimidasi yang dilakukan penguasa terhadap rakyat Mesir, ia selalu menceritakan hal-hal tersebut di akun Facebook miliknya dengan sangat lantang. Kegiatan mengkritisi pemerintah Mesir lewat media Facebook tersebut akhirnya membuat telinga penguasa Mesir panas hingga pemuda tersebut diculik dan selang beberapa lama mayatnya ditemukan tergeletak di tengah jalanan di sebuah kota di Mesir. Pemuda yang diculik dan ditemukan tewas di jalan tersebut dikenal dengan nama Khaled Said.
 
 

Peristiwa kematian Khaled Said tersebut ternyata bukan menjadi akhir gerakan mengkritisi pemerintah Mesir berakhir, justru kematian tersebut malah membakar semangat rakyat Mesir untuk melawan dan berontak dari belenggu penguasa Mesir.

Adalah seorang pria bernama Wheil Ghonim (manager pemasaran Google berkebangsaan Mesir) yang berinisiatif untuk "menyadarkan" masyarakat Mesir untuk bangkit dari keadaan tanpa kekuatan menjadi masyarakat yang memiliki kekuatan besar di dalam sebuah negara.

Kematian Khaled Sait dijadikan momentum dan Ikon oleh Wheil Ghonim untuk menyatukan kekuatan rakyat mesir dalam melawan pemerintahan. Ia terus menstimulus masyarakat mesir dengan simbol-simbol semiotik yang mengobarkan semangat gerakan revolusi pada media Facebook. Tindakan Whiel Ghonim tersebut mendapatkan dukungan dari masyarakat mesir sehingga di Facebook terus bermunculan gerakan mendukung perjuangan Khaled Said yang dapat ditemukan dengan nama "WE ARE ALL KHALED SAID".

Adanya gerakan-gerakan tersebut semakin  membuat masyarakat Mesir bertekat untuk mengubah situasi yang ada. Mereka telah menentukan dan memiliki musuh bersama, yaitu Hosni Mubarak beserta rezimnya. 
 
 
 
Pemerintahan Mesir pun sebenarnya tidak tinggal diam. Penguasa Negeri Cleopatra tersebut juga mengerahkan pihak militer untuk mengatasi aksi demonstrasi di jalan-jalan dan menutup akses internet. Namun, tanpa diketahui penyebabnya, kebijakan pemerintah tersebut mulai tidak berlaku dan mulai kehilangan dukungan dan kekuatan hingga akhirnya Presiden Hosni Mubarak mengundurkan diri dari jabatannya.

Setelah Hosni Mubarak turun dari jabatannya, rakyat Mesir bersorak-sorai merayakan keberhasilan mengakhiri rezim yang telah berlangsung selama 30 tahun tersebut. Sebagian rakyat mesir mengatakan bahwa revolusi ini merupakan Revolusi Facebook karena Facebook sangat berperan besar dalam peristiwa bersejarah ini.

Analisis

Mengapa Facebook menjadi media efektif yang dalam Revolusi Mesir? 
Alasanya karena Facebook merupakan jejaring sosial yang memiliki karakteristik: 
1. Interaktif
2. Virtual
3. Informatif
4. Cepat
5. Murah
6. dan bisa diakses oleh siapa saja yang memiliki akses internet. 
Dengan karakteristiknya, jejaring sosial ini mampu menjelajah dan menjamah berbagai pihak dengan mudah dan cepat melewati keterbatasan media-media konvensional yang ada.

Facebook sendiri hanya merupakan alat di dalam revolusi Mesir ini, yang perlu dicermati adalah pihak-pihak yang menggunakan "senjata" ini secara tepat dan efektif sehingga "senjata" ini berhasil mengakhiri sebuah rezim yang sangan berkuasa di Mesir.




Sumber : Riris Louisa

Senin, 05 Desember 2011

Bahasa Inggris Untuk Masa Depan

Jika  dilihat dari segi jumlah penggunanya, bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling banyak digunakan oleh orang-orang di seluruh dunia.  Suka ataupun tidak suka, bahasa Inggris adalah bahasa penghubung resmi di berbagai dunia, terutama dalam kegiatan-kegiatan resmi.



Atas dasar itulah, setiap orang yang ingin sukses didalam berkarier, haruslah dapat menguasai bahasa Inggris tersebut. Orang yang tidak menguasa bahasa ini tentunya akan tertinggal dan sulit bersaing di dalam dunia bisnis, terutama era globalisasi seperti sekarang ini.

Sebagai mahasiswa ilmu komunikasi, tentu kita sangat dituntut untuk menguasai bahasi ini. Dalam dunia industri media dan komunikasi, keberadaan bahasa Inggris akan sangat mempengaruhi nilai suatu sumber daya manusia. Orang-orang yang menguasai bahasa Inggris di dalam dunia komunikasi dan media akan selalu memiliki kesempatan lebih dan selalu lebih diutamakan oleh industri.

Advertising
Di dalam periklanan, peran bahasa Inggris tidak dapat dianggap remeh. Dunia periklanan adalah dunia yang menuntut orang-orang yang bergelut didalamnya untuk dapat memahami segala informasi dan teknologi global. Hal-hal yang ada tersebut tentunya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Untuk dapat memahami hal tersebut, tiap-tiap orang haruslah dapat memahami setiap informasi dan teknologi yang ada, yang sebagian besar ditulis dalam bahasa Inggris.

Public Relation
Sebagai seorang Public Relation Officer tentunya di dalam kesehariannya tidak akan pernah lepas dari bahasa Inggris.Hal tersebut terjadi karena didalam kesehariannya, PRO akan berkomunikasi secara langsung, baik secara lisan maupun tulisan kepada khalayak, baik nasional maupun internasional. tentunya agar terlihat kredibel dan profesional,  seorang PRO yang handal haruslah menguasai bahasa Inggris sehingga dapat diterima semua pihak dan kalangan di era global.


Journalist
Dalam bidang jurnalistik, seringkali para individu yang bergelut didalamnya ditugaskan untuk mencari suatu informasi yang terkadang sumbernya berasal dari luar negeri. Sumber-sumber tersebut tentunya menggunakan bahasa Inggris di dalam penulisannya, sehingga para jurnalis harus dapat menguasai bahasa Inggris untuk dapat menangkap informasi tersebut. Selain itu para jurnalis juga terkadang harus melakukan liputan ke luar negeri yang tentunya membutuhkan keterampilan berbahasa Inggris didalam berkomunikasi dan mencari informasi yang dibutuhkan.


Kesimpulannya, setiap bidang pekerjaan yang anda pilih dalam karier anda, posisi anda akan menjadi semakin kuat jika anda memiliki ketrampilan berbahasa Inggris. Bahasa Inggris akan menjadi nilai tambah bagi anda dan juga menjadi senjata anda untuk mengarungi dunia yang berada di dalam era globalisasi.


Sumber : Tony Ryanto