Sebelum memulai pembahasan, ada pertanyaan mendasar yang harus kita renungkan mengenai topik ini, yaitu:
1. Apa itu Jurnalisme Warga?
2. Mengapa harus ada Jurnalisme Warga?
3. Apakah Jurnalisme Warga telah dilakukan berdasarkan nilai-nilai berita dan kode etik jurnalistik?
Sebelumnya, apakah anda sudah menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas? Jika belum, mari kita kupas satu per satu pertanyaan tersebut;
Jurnalisme warga adalah:
- Jurnalisme yang menempatkan warga sebagai objek.
- Warga secara aktif-partisipatoris terlibat dalam proses pencarian, pengolahan dan penyajian informasi
- Setiap orang dapat menjadi informan sekaligus jurnalis
- Warga tidak hanya menjadi penonton, namun menjadi peserta aktif dalam diskusi dan problem solving di ruang publik media.

Keharusan pada jurnalisme warga, yaitu ;
- Prinsip partisipatori dan emansipasi publik
- Ruang media sebagai ruang publik deliberatif
- Keterbatasan media menangkap berbagai realitas yang majemuk/penting/signifikans/khas/individual/lokal
- Teknologi informasi dan komunikasi bukan masalah
- Masyarakat semakin familier dengan teknologi pendukung pencarian/perekaman/pengolahan/ penyebaran informasi
- Keterbatasan akses warga ke media
- Pemilihan narasumber yang elitis
- Pemilihan isu yang elitis Masyarakat hanya sebagai penonton pasif, bukan pelaku peristiwa
- Semakin banyak pilihan medium komunikasi dan interaksi bagi setiap orang
- Ruang media sebagai ruang publik yang elitis
Apa yang menyebabkan munculnya jurnalisme warga?
- Media yang asyik dengan dirinya sendiri.
- Menentukan skala prioritas pemberitaan pertama-tama berdasarkan agenda, nilai, orientasi dan keyakinannya sendiri, bukan berdasarkan minat, kepentingan dan kebutuhan pembaca
- Media yang tidak benar-benar menyadari pelibatan publik dalam penentuan agenda setting media sebagai konsekuensi status ruang publik
Media yang digunakan jurnalisme warga;
- Radio/Televisi melakukan interaksi interaktif dengan audience
- Audience mengirimkan rekaman video / audio kepada media televisi/radio
- Online media memberikan kesempatan kepada pembacanya untuk memberikan komentar dan berinteraksi satu sama lain.
- Blog, Twitter sebagai forum komunikasi, pertukaran informasi, dialog bahkan penyajian berita.
- dll
Apakah jurnalisme warga sudah berdasarkan nilai-nilai berita dan kode etik jurnalistik?
Nilai Berita:
- Aktualitas
- Akurasi
- Keberimbangan
- Relevansi
- Signifikansi
- Prominensi
- Magnitude
- Proksimitas
- Kompetensi Sumber
Kode Etik Jurnalistik:
- Tidak Berprasangka
- Mengandung Konfirmasi
- Tidak Sarkastis, Sadistis, Pornografis
- Menggunakan bahasa yang benar
- Berdasarkan Fakta
- Tidak beropini
- Akurasi data, fakta, ilustrasi
Dilema yang dihadapi pada jurnalisme warga:
- Kecepatan vs Kelengkapan / Kedalaman
- Partisipatory vs Esensi / Kualitas Jurnalistik
- Ruang Privat vs Ruang Publik
Perluasan ukuran dan
parameter ruang publik guna memperkuat perwujudan prinsip-prinsip partisipasi
publik
atau
Kolonisasi Ruang Publik
oleh urusan-urusan privat?
Kasus-kasus jurnalisme warga:
- Mayoritas adalah pemberitaan satu sisi, tidak berimbang, tidak ada konfirmasi dan cenderung menghakimi obyek berita.
- Media online menggunakan prinsip follow up news, bahwa konfirmasi narasumber dapat ditunda pada berita selanjutnya.
- Pelaku jurnalisme warga belum menguasai nilai-nilai berita, etika jurnalistik, prinsip ruang publik media Pelaku jurnalisme warga bukan jurnalis atau tidak paham bagaimana jurnalis bekerja
Apa yang harus dilakukan?
Pelaku jurnalisme warga
harus memahami :- Media adalah ruang publik sosial dengan nilai-nilai baku (nilai berita dan kode etik jurnalistik)
- Profesi jurnalis bukan profesi sembarangan yang dapat dilakukan secara serampangan.
- Berita berbeda dengan informasi satu sisi, gosip, atau syakwasangka.
- Kode etik jurnalisme warga
- Kode etik jurnalisme media online
Yang perlu dibedakan:
- Media Online : detik.com, vivanews, kompas.com, firstmedia dll
- Ruang diskusi Online : twitter, blog, mailing list, dll.
Sumber :Agus Sudibyo (Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar