Minggu, 02 Oktober 2011

Media Massa Dan Budaya Massa


Dalam kehidupan sehari-hari, terutama di era modern seperti saat ini, manusia tentunya tidak akan pernah lepas dari pengaruh media massa. Media massa telah ada dan hadir hampir di setiap jengkal kehidupan manusia. Sadar atau tidak sadar, media massa telah mempengaruhi khalayak baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Pengaruh jangka panjang tersebut nantinya akan mempengaruhi kebudayaan massa yang telah menerima pesan secara nyata. Saat ini hampir semua budaya modern yang ada lahir dari budaya massa yang dipelopori dari media massa.

Menurut Bennet dan Tumin, KEBUDAYAAN MASSA adalah : “seperangkat ide bersama dan pola perilaku yang memintas garis sosio-ekonomi dan pengelompokan sub-kultural dalam suatu masyarakat yang kompleks



Budaya massa adalah budaya populer yang diproduksi untuk tujuan menghasilkan keuntungan sebanyak-banyaknya dari khalayak. Budaya massa merupakan langkah yang dipakai untuk menjaga stabilitas dan kesinambungan kapitalisme.
Budaya massa muncul di dalam bentuk selera konsumen dan senang menciptakan impian-impian kepada khalayaknya. Akibatnya budaya massa dianggap masuk kedalam golongan kebudayaan rendah.

Publisitas, reportase dan iklan juga turut menunjang keberhasilan kebudayaan massa. Budaya Massa tidak hanya bersifat material tetapi juga immaterial, seperti cara berpendapat dan berpikir, cara merasakan sesuatu sampai pada tindakan tertentu. Ghanney dan McQuail mengemukakan bahwa peranan media massa dalam kaitannya dengan budaya massa adalah mengendalikan dan mengarahkan perilaku khalayak konsumen. (Contohnya iklan pemilu untuk mempengaruhi perilaku pemilih).
Budaya masa juga dapat berupa Novel, Lagu Pop, Karya budaya untuk konsumsi massa, karya budaya populer, hingga film.



Ada 3 Tahap Perkembangan Media Massa Dalam Kaitannya Dengan Budaya Massa

Wilson mengutip pendapat Ralp Lowenstein dan John Merril mengatakan bahwa ada 3 tahap
perkembangan media massa dalam kaitannya dengan budaya massa :
  1. Tahap Elit 
Berlalunya perkembangan media cetak pada abad 16, maka  BUDAYA ELIT yang merupakan
budaya yang dimonopoli kaum berpendidikan dan kaum kaya serta para aristokrat perlahan
memudar.
Budaya elit mulanya mengacu pada suatu budaya masyarakat kelas atas.Pada saat itu pemisahan
budaya kelas atas dengan kelas bawah masih sangat terasa. Masyarakat bawah hanya berfungsi
sebagai penghibur kaum elit.
 
2. Tahap Populer 
Kondisi di atas tidak bertahan lama, perkembangan media massa memungkinkan rakyat biasa
menikmati, mengikuti, mempelajari segala sesuatu yang sebelumnya hanya dinikmati oleh kelompok
atas.
Pada saat bangkitnya masyarakat untuk memiliki segala sesuatu berdasarkan terpaan media itulah
timbul BUDAYA MASSA.

 
 3. Tahap Spesialisasi
AS dipandang dalam sejarah media massa sebagai bangsa yang mempelopori era spesialisasi media.
Di AS timbul gerakan yang mengarahkan media kepada khalayak tertentu, baik secara demografis 
(berdasarkan usia, pekerjaan, jenis kelamin) maupun psikografis (berdasarkan gaya hidup, perilaku,
 sikap, pandangan)
Pada tahap spesialisasi media dikelola secara profesional kemudia diarahkan kepada khalayak yang
 sudah direncanakan terlebih dahulu.



Sumber : Ibu Aminah 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar